Kamis, 06 Januari 2011

Salam Redaksi


Salam hangat kepada seluruh pembaca blog Tinta Sastra. Kali ini blog Tinta Sastra kembali hadir mengawali tahun 2011 dengan beragam info yang semakin aktual dan menarik tentang euforia di dunia Perguruan Tinggi. Tinta Sastra edisi kali ini akan menampilkan berbagai tulisan yang menarik berkaitan dengan Bulan Bahasa, Lokalisasi PSK, Hari AIDS  Sedunia, Loka Karya, Resensi Film, dan sebagainya. Hal terpenting yang berkaitan dengan Hari AIDS Sedunia dan Bulan Bahasa adalah makna pendidikan yang berkelanjutan bagi semua warga Indonesia.
 Laporan Utama kali ini mengenai Lokalisasi PSK yang meresahkan masyarakat dewasa ini.  Sebagai rasa tanggung jawab terhadap pendidikan, salah satu upaya baru Tinta Sastra tahun ajaran 2011 adalah dengan menyosialisasikan penyuluhan penggunaan kondom akan bahaya yang ditimbulkan seperti, penyakit AIDS dan PKM (Penyakit Kelamin Menular). Selain itu, rubrik yang perlu disimak mengenai seputar tentang kesehatan, Bulan Bahasa, dan ilmu pengetahuan.
Akhir kata, Tinta Sastra  mengucapkan selamat membaca dan selamat berjuang  dengan harapan membuka lembaran baru yang berdampak positif, implementasikan wacana kebaikan. Hadapi tahun 2011 ini dengan rasa percaya diri dan full optimisme. Tetap semangat, gali inovasi dan invensi. Semoga Sukses.
Salam Hangat Redaksi!
Tinta Sastra
Membuka Cakrawala

Rabu, 05 Januari 2011

Kesehatan


PILAH-PILIH ALAT KONTRASEPSI





      Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, jadi memilih alat kontrasepsi adalah pilihan yang sangat pribadi, alias sesuai dengan apa yang benar-benar cocok dan dibutuhkan. Berikut ini faktor-faktor yang harus diperhitungkan ketika memilih alat kontrasepsi, yaitu sebagai berikut.


     Tujuan: Kenapa Anda ingin menggunakan alat kontrasepsi? Tubektomi, atau mengoklusi tuba falopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum, mungkin cara terbaik jika Anda tidak menginginkan anak lagi di masa yang akan datang. Tetapi jika Anda masih menginginkan anak di masa datang, kontrasepsi dengan pil adalah pilihan yang paling masuk akal.



     Gaya hidup: Sebelum memilih alat kontrasepsi, tanyakan pada diri Anda apakah metode atau alat tersebut sesuai dengan kebiasaan Anda. Contohnya, apakah Anda bersedia minum pil setiap hari? Apakah Anda sempat berhenti dan membeli kondom setiap kali ingin berhubungan seks? Jika jawabannya adalah tidak, maka pertimbangkan pilihan lain.


    Usia: Meskipun pil adalah pilihan yang baik bagi wanita sehat-tak merokok di atas 35 tahun, namun bagi wanita perokok di atas 35 tahun risiko terkena serangan jantung meningkat amat tajam. Wanita di kelompok usia sama yang sering mendapat migren sebaiknya menghindari pil kontrasepsi karena memiliki kemungkinan terkena serangan stroke. 


   Kesehatan Secara Keseluruhan: Kesehatan Anda bisa mempersempit pilihan alat kontrasepsi untuk Anda. Contohnya, pil kontrasepsi tak baik untuk wanita dengan kondisi penyakit jantung, kanker payudara, penyumbatan darah, atau diabetes tingkat berbahaya. Wanita yang pernah memiliki sejarah pelvic inflammatory disease (PID) sebaiknya menghindari alat kontrasepsi intrauterine devices (IUD), dan bagi yang alergi terhadap lateks sebaiknya mencari kondom berbahan polyurethane. 


     Efek Samping: Tanyakan pada ahli medis Anda tentang efek samping yang bisa ditimbulkan alat kontrasepsi yang akan Anda pilih, untuk mengetahui lebih lanjut pilihan Anda. 


      Hal lain yang perlu diingat dan diperhitungkan adalah seberapa sering Anda berhubungan seks, dengan siapa saja (apakah lebih dari 1), dan apakah Anda cukup nyaman dengan metode yang akan dipilih. Ingat!!! Anda masih bisa mengganti jenis alat kontrasepsi, kecuali metode sterilisasi, namun pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan ahli medis (Etha).


Selasa, 04 Januari 2011

Tajuk Rencana

Fasilitas Ada Seks Bebas Terjadi


Seperti yang sudah terdengar di masyarakat, tempat prostitusi sudah merebak di daerah-daerah. Tidak peduli desa atau kota semua sudah terjamah.
Tempat itu biasanya digunakan para pasangan selingkuh atau anak muda yang belum menikah untuk melepaskan nafsu birahinya. Sepulang dari sekolah atau kantor pasangan kumpul kebo itu pergi ke salah satu tempat prostitusi. Hal itu bahkan bisa terjadi berkali-kali. Memang fasilitas yang menyebabkan itu terjadi. Tempat prostitusi yang di jaga para algojonya dirasa sebagai tempat yang aman agar tidak perbuatan bejatnya tidak tercium.
Yang menjadi pertanyaan, apakah masyarakat sekitar tempat prostitusi tidak resah akan adanya tempat mahksiat itu? Apakah mungkin mereka tidak tahu ada tempat seperti itu di wilayah mereka?
Wahana prostitusi ini seharusnya dicemaskan untuk kedepannya, bukannya sebagai lahan pekerjaan. Para remaja di bawah umur bebas masuk ke sana. Tinggal membayar beberapa rupiah saja. Hal itulah yang menjadi penyebab menurunnya moral masyarakat. Percaya atau tidak generasi muda sekarang sebagian besar tahu sedikit tidaknya tempat prostitusi itu. Polisi pun tidak dapat menutup atau menggrebeknya. Kendati pun bisa digrebek, yang terjadi tentunya pemilik tempat kongkalikong dengan polisi.
Begitu pintarnya manejemen tempat prostitusi ini. Sampai-sampai menjadi wahana melepas nafsu yang tidak pernah sepi. Jangan-jangan datang ke tempat seperti itu bukan hal yang tabu lagi. Sebaiknya selain aparat keamanan masyarakat juga bertindak terhadap tempat-tempat mahksiat ini.